Oleh Mohammad Sholeh Hamid,S.Pd dalam Bukunya yang berjudul Metode Edutainment
Adapun penerapan dari konsep pembelajaran yang menyenangkan dan menghibur atau edutainment, selayaknya kepada para guru untuk memperhatikan modalitas belajar siswanya. Sehingga seorang guru harus memiliki berbagai macam metode dan strategi untuk dapat mewakili secara keseluruhan akan keberagaman modalaitas belajar siswanya. Akan tetapi pada dasarnya, sebuah proses pembelajaran akan berlangsung baik jika berada dalam kondisi yang baik dan menyenangkan.
Seperti halnya Islam memandang suatu proses pembelajaran, dan telah dilakukan oleh Rasulullah saw, bahwa rasa senang dan bahagia memainkan peran yang manakjubkan dalam diri seseorang, dan memberikan pengaruh kuat dalam jiwanya.
Berdasar pada kajian histori dan ajaran-ajaran Islam yang tertuang di dalam al-Qur’an dan Hadits, proses pembelajaran seharusnya diterapkan dengan memenuhi aspek berikut ;
1. Memberikan kemudahan dan suasana gembira.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara menciptakan suasana akrab antara guru dan siswa serta antar siswa yang satu dengan yang lain. Dan agar keakraban tersebut dapat terjalin tentunya harus dengan mengadakan komunikasi yang ramah dalan suasana belajar. Dan dalam komunikasi tersebut seyogyanya menggunakan ucapan dan perilaku yang halus dan lembut. Sehingga dapat memperlakukan siswa dengan penuh kasih sayang, dan suasana keakraban tersebut dapat terjadi pula dengan adanya perasaaan gembira yang ditimbulkan dari sedikit gurau dan canda.
2. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Dalam pendidikan Islam, upaya menciptakan lingkungan yang kondusif dalam belajar, telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Yang antara lain dengan :
a. Memlih waktu yang tepat dan memperhatikan keadaan pembelajar.
b. Mengajar dengan selektif dan disesuaikan dengan peserta didik.
3. Menarik minat.
Menggugah minat anak didik diperlukan pembukaan yang menarik dalam langkah-langkah mengajar agar perhatian dan minat mereka bisa terfokus kepada materi yang akan disampaikan. Upaya untuk menarik perhatian dapat dilakukan dengan cara berikut ;
a. Melakukan komunikasi terbuka, yakni guru mendorong siswanya untuk membuka diri terhadap segala hal atau bahan pelajaran yang di sajikan, sehingga dapat menjadi apersepsi dalam pikirannya.
b. Memberikan pengetahuan baru.
c. Memberikan model perilaku yang baik.
4. Menyajikan materi yang relevan.
Menunjukkan bahwa materi pelajaran itu relevan dan penting bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
a. Memvisualisasikan tujuan pembelajaran.
b. Meyakinkan peserta didik akan pentingnya materi.
c. Mengulang penjelasan untuk memperkuat materi yang disampaikan.
5. Melibatkan emosi positif dalam pembelajaran.
Seperti halnya teori pembelajaran quantum, keterlibatan emosi positif dalam pembelajaran seperti rasa senang akan berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran.
6. Melibatkan semua indra dan pikiran.
Proses pembelajaran, seyogyanya bersifat menyeluruh, dengan aplikasi fisik dengan memanfaatkan indra sebanyak mungkin, dan membuat seluruh tubuh dan pikiran terlibat dalam proses belajar. Sebab belajar berdasarkan aktivitas, secara umum lebih efektif dari pada yang didasarkan pada presentasi.
7. Menyesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.
8. Memberikan pengalaman sukses.
9. Merayakan hasil.